6 Strategi Digital Marketing B2C Paling Efektif

Strategi Digital Marketing B2C

Jika Anda pemilik usaha B2C, maka merancang dan menjalankan strategi digital marketing untuk bisnis B2C (Business-to-Consumer) perlu Anda lakukan. Sekarang ini kita hidup di era digital, dimana digital berpengaruh besar dalam dunia bisnis. Era digital merubah banyak hal termasuk kebiasaan pelanggan yang membeli sebuah produk atau layanan secara online.

Dan untuk mengikuti perubahan cara pelanggan membeli produk atau layanan yang sudah beralih melalui internet, maka bisnis B2C Anda pun harus menjalankan pemasaran digital. Karena dengan pemasaran digital, Anda dapat menjangkau orang-orang yang secara aktif mencari produk atau layanan Anda melalui pencarian online.

Namun menjalankan pemasaran digital untuk bisnis B2C perlu di siapkan strategi pemasaran digital yang matang, karena konsumen bisnis B2C susah untuk ditebak. Maka dari itu Anda perlu merancang strategi digital marketing untuk bisnis B2C Anda benar-benar tepat. Karena strategi pemasaran digital untuk bisnis B2C sudah jelas sangat berbeda dengan pemasaran digital B2B.

Tapi, Anda tidak perlu khawatir karena kami telah menyiapkan tips, cara dan strategi digital marketing untuk bisnis B2C untuk jangka panjang yang bisa Anda terapkan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial. Jadi, pastikan Anda terus membaca tulisan ini hingga akhir.

Pengertian B2C (Business-to-Consumer)

Pengertian B2C

Pengertian Business-to-Consumer (B2C) atau Bisnis-ke-Konsumen adalah proses penjualan produk atau layanan langsung antara produsen dengan konsumen yang merupakan pengguna akhir dari produk atau layanannya. Jadi, perusahaan yang menjual produk atau layanannya langsung kepada konsumen di sebut sebagai perusahaan B2C.

B2C (Business-to-Consumer) merupakan model penjualan yang sangat populer dan banyak di jalankan oleh pengusaha di Indonesia. Jika dulu melakukan B2C dengan pemasaran tradisional untuk menjangkau konsumen, namun kini lebih populer dengan pemasaran digital karena di anggap lebih efektif dan efisien.

Business-to-Consumer secara tradisional bisa merujuk pada individu yang berbelanja pakaian di mall untuk diri mereka sendiri, pengunjung yang makan di restoran dan lain sebagainya. Namun, kebangkitan era digital menciptakan saluran bisnis B2C yang baru yaitu menjual produk dan layanan melalui pemasaran digital.

Menjalankan pemasaran digital untuk perusahaan B2C berarti Anda harus merancang strategi pemasaran yang benar-benar tepat dan bekerja di industri Anda. Untuk mempromosikan produk dan layanan ke konsumen sehingga menghasilkan banyak penjual, Anda perlu melakukan upaya-upaya yang akan kami jelaskan dibawah ini.

Strategi Digital Marketing Yang Efektif Untuk Perusahaan B2C

Strategi Pemasaran B2C

Untuk sukses di pemasaran digital, setiap bisnis harus memiliki strategi yang benar-benar tepat. Berikut ini kami telah menyiapkan strategi digital marketing untuk B2C yang bisa Anda terapkan untuk mempromosikan produk dan layanan Anda langsung ke konsumen Anda.

1. Meningkatkan Website Ecommerce

Ketika berbicara tentang pemasaran digital, yang pertama kali muncul di otak kita tentu saja situs website. Website adalah media digital yang paling utama dari pemasaran digital dan merupakan aset digital yang harus dimiliki oleh setiap bisnis. Nah ketika membahas strategi digital marketing untuk B2C tentu saja yang paling utama Anda harus meningkatkan website perusahaan B2C Anda.

Untuk membuat pemasaran digital B2C Anda berhasil, Anda harus memastikan bahwa situs website Anda memiliki beberapa keunggulan seperti berikut.

1. Respons Seluler

Sekarang ini mencari berbagai informasi melalui internet tidak hanya bisa dilakukan menggunakan desktop saja, namun kini lebih populer dengan menggunakan smartphone. Itu mengapa untuk membuat konsumen Anda mudah mengakses website Anda menggunakan berbagai perangkat, Anda perlu membuat situs website Anda responsive di berbagai perangkat pengguna. Selain itu juga situs website yang responsive terhadap smartphone lebih di rekomendasikan oleh Google kepada pencarinya.

Jadi dengan kata lain, jika Anda ingin situs website Anda mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari, Anda wajib membuat website B2C Anda responsive dan mobile friendly. Sehingga website Anda bisa menghasilkan lebih banyak lalu lintas, prospek dan penjualan.

2. Kecepatan Memuat

Menunggu adalah hal yang tidak disukai oleh kebanyakan orang, dan menunggu halaman web terbuka terlalu lama akan sangat membosankan. Idealnya kecepatan memuat halaman web adalah kurang dari 3 detik dan jika website yang memiliki waktu memuat lebih dari itu, dianggap sebagai website yang lambat. Maka ini lah penyebab terjadinya bounce rate yang tinggi, karena pengunjung akan segera pergi sebelum mereka melihat isi dari halaman web Anda.

Nah penting bahwa sebagai perusahaan B2C, Anda harus menyajikan website yang cepat dalam memuat. Sehingga Anda tidak akan kehilangan peluang konversi, karena situs website yang cepat memuat akan memudahkan pengunjung menjelajah website Anda dengan cepat dan nyaman. Dan ketika mereka menemukan apa yang mereka butuhkan, maka mereka akan melakukan keterlibatan untuk membeli.

3. Desain Website Yang Fungsional

Ketika Anda masuk kedalam pemasaran digital, situs website tidak hanya tempat untuk promosi bisnis B2C Anda saja, melainkan adalah identitas perusahaan Anda. Jadi pastikan bahwa website Anda di rancang memang khusus untuk bisnis B2C Anda yang dapat meningkatkan brand awareness Anda. Untuk membuat situs website Anda lebih mutakhir, Anda dapat melakukan desain ulang website yang bisa Anda lakukan dengan bantuan seorang profesional.

2. Kenali Pelanggan Anda

Anda dapat memposisikan diri Anda sebagai pelanggan, Anda dapat berpikir tentang terakhir kali Anda membaca postingan blog atau media sosial yang mendorong Anda untuk membeli barang atau layanan yang Anda butuhkan. Ini memungkinkan Anda melakukan pembelian setelah Anda membaca postingan tersebut. Nah cara ini dapat Anda gunakan untuk mengenali pelanggan Anda, bagaimana mereka tertarik dengan produk atau layanan Anda.

Anda dapat membangun hubungan dengan pelanggan Anda dengan mengenali mereka terlebih dahulu dengan memenuhi kebutuhan mereka. Ini adalah cara untuk mengkomunikasikan solusi yang efektif untuk masalah dari pelanggan Anda.

3. Buat Konten yang Bermakna yang Mengonversi

Setelah Anda mengenali pelanggan Anda ketika mereka berada di pasar untuk membeli, maka langkah selanjutnya adalah mendorong mereka untuk mengkonversi. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat konten yang bermakna untuk membuat pengunjung Anda mengkonversi.

Anda bisa membuat konten yang memiliki manfaat untuk konversi Anda, misalnya saja dengan konsisten posting blog yang dapat menarik minat membeli. Anda dapat menciptakan materi yang lebih menarik dan memberi kejelasan tentang apa yang perusahaan B2C Anda tawarkan kepada konsumen.

Postingan yang secara konsisten Anda lakukan akan membuat audiens target Anda percaya bahwa perusahaan B2C Anda masih ada untuk melayani mereka. Ini artinya Anda telah membangun kepercayaan yang akan membuat konsumen Anda tidak ragu untuk melakukan pembelian.

4. Kembangkan Traffic dengan SEO

SEO B2C

Semua pebisnis online setuju bahwa SEO merupakan strategi pemasaran digital yang wajib di masukan ke dalam list mereka. Untuk membuat SEO Anda berhasil, Anda perlu menemukan apa yang dicari oleh pelanggan Anda di mesin pencari. Ketika Anda telah menemukan minat pelanggan Anda, ini akan memudahkan Anda untuk membuat konten dengan kata kunci tersebut untuk menghasilkan peringkat terbaik di mesin pencari.

Sebagai contohnya, apabila seseorang mencari kaos distro, mungkin mereka mencari “kaos distro berkualitas”. Dengan mengetahui hal ini Anda dapat membuat konten yang menjawab pertanyaan yang terkait dengan pencarian yang mereka butuhkan.

Perlu Anda ketahui bahwa pelanggan potensial bisa berada dimana saja dalam perjalanan membeli. Mereka dapat meneliti, membandingkan opsi dan siap membeli, jadi Anda bisa membuat konten yang menargetkan semua tahapan ini.

Perusahaan B2C yang menggunakan kata kunci untuk menghasilkan konten berperingkat tinggi di hasil pencarian mesin pencari adalah baik. Karena mereka akan mengetahui kata kunci mana yang akan digunakan oleh audiens target, sehingga mereka dapat menggunakan informasi ini sebagai bagian dari strategi pembuatan konten mereka.

5. Bangun Pengikut di Media Sosial

Media sosial adalah alat penelitian kedua setelah mesin pencari, jadi tidak heran jika media sosial juga dimasukkan ke dalam list ketika bisnis apapun menjalankan pemasaran digital. Menjalankan pemasaran media sosial untuk perusahaan B2C bisa dilakukan dengan dua cara yaitu gratis dan berbayar. Tentu saja untuk melakukan pemasaran media sosial secara gratis membutuhkan kerja keras dan waktu untuk menumbuhkan basis pelanggan. Namun, jika mereka memiliki anggaran lebih, mereka bisa lebih meningkatkan upaya mereka dengan iklan media sosial berbayar.

Ketika perusahaan B2C melakukan pemasaran media sosial, maka pertumbuhan organik adalah jalan yang harus ditempuh. Karena ini memungkinkan audiens target Anda berinteraksi dengan merek Anda, sehingga ini dapat mendorong mereka merekomendasikan merek Anda kepada orang lain. Strategi media sosial yang efektif untuk tumbuh secara organik adalah:

  1. Membagikan postingan yang menarik, bermanfaat dan relevan untuk audiens target Anda.
  2. Membuat tagar dengan kata kunci yang Anda targetkan.
  3. Mengikuti dan berinteraksi dengan influecer di niche Anda.

Jika Anda melakukan ini dengan baik, berbagi postingan menarik dan informatif terkait dengan perusahaan B2C Anda tawarkan, maka akan berpeluang untuk mendapatkan lebih banyak pengikut.

6. Jangan Lupakan Untuk Retarget

Ini adalah hal yang tidak boleh Anda lupakan, ketika pelanggan Anda pernah membeli produk atau layanan Anda di masa lalu, memungkinkan mereka untuk membeli lagi. Ini mengapa Anda perlu untuk menargetkan ulang pelanggan lama Anda. Penargetan ulang bisa Anda lakukan melalui iklan berbayar, mungkin ini memerlukan anggaran tersendiri, namun ini dapat memberikan ROI yang positif yang bernilai investasi.

Kebanyakan orang akan mudah lupa dengan merek yang berinteraksi dengan mereka di masa lalu. Namun Anda bisa menyiasatinya dengan cara menargetkan ulang mereka melalui iklan Facebook untuk mengembalikan minat pada merek Anda kembali. Cara ini memang tidak menjamin mereka langsung membeli, namun mereka akan memikirkan merek Anda lain kali ketika mereka membutuhkannya.

Kesimpulan

Menjangkau lebih banyak pelanggan untuk meningkatkan penjualan, tentunya tergantung pada strategi pemasaran yang Anda gunakan. Tujuan pemasaran digital B2C Anda adalah untuk mempromosikan kepada audiens target Anda secara online. Dengan menjalankan pemasaran untuk perusahaan B2C Anda, artinya Anda telah memberi orang alasan kuat untuk memilih merek Anda daripada pesaing Anda.

Anda dapat memulainya dengan website yang ramah pengguna dan mengenali pelanggan Anda, lalu mendorong keterlibatan dengan konten bermakna. Selanjutnya gunakan SEO untuk menargetkan pelanggan potensial dengan kata kunci yang relevan yang dapat mengarahkan lebih banyak pengunjung ke situs web Anda.

Selanjutnya memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan pengikut Anda secara organik. Yang terakhir yang tidak boleh Anda lupakan yaitu menargetkan ulang pelanggan lama Anda untuk menarik minat mereka untuk membeli lagi.

Apabila Anda membutuhkan bantuan dari jasa konsultan internet marketing untuk membantu pemasaran B2C Anda, silahkan hubungi kami hari ini. Mari konsultasikan kebutuhan pemasaran digital Anda dengan tim ahli kami secara gratis!