Beranda » Uncategorized » Singkong-Makanan Alternatif Masa Depan

Singkong-Makanan Alternatif Masa Depan

T Diposting oleh pada 29 February 2012
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 222 kali
Singkong
Sejumlah ilmuwan dari International Centre for Tropical Agriculture, Kolombia yang melakukan studi bertajuk Climate Change Agriculture and Food Security Research Programme mengungkapkan bahwa singkong, bisa jadi “Rambo” di kalangan bahan makanan.


Peneliti menyebutkan, tanaman yang sering diabaikan ini justru lebih produktif pada kondisi temperatur yang lebih panas, dan bisa menjadi harapan satu-satunya bagi para petani Afrika yang terancam oleh perubahan iklim.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Tropical Plant Biology, singkong sendiri merupakan sumber karbohidrat kedua yang biasa dikonsumsi oleh penduduk kawasan sub-Sahara, Afrika, setelah jagung. Dia dimakan oleh sekitar 500 juta orang per harinya. Singkong juga mampu bertahan jauh lebih baik dibandingkan dengan kentang, jagung, kacang, pisang, jawawut, dan gandum dalam studi yang menggunakan kombinasi 24 model prediksi daya tahan tanaman dan perubahan iklim.

“Singkong merupakan tanaman yang paling tahan, seperti Rambo di kalangan bahan makanan,” kata Andy Jarvis, pakar perubahan iklim yang mengetuai penelitian. “Dia mampu bertahan terhadap perubahan iklim seperti apapun yang terjadi,” ucapnya.

Jarvis menyebutkan, singkong mampu bertahan di temperatur tinggi. Dan jika musim kering datang, ia akan mematikan diri sampai hujan kembali turun. “Tak ada tanaman lain yang mampu memiliki level ketahanan seperti ini,” ucapnya. “Dia mampu tumbuh di tanah berkondisi buruk dan hanya sedikit air,” sebut Jarvis.

Peneliti menyebutkan, pada tahun 2030, temperatur akan 1,2 sampai dua derajat Celsius lebih panas dibanding saat ini. Jika dikombinasikan dengan perubahan pola curah hujan, maka singkong akan menjadi tanaman satu-satunya yang bisa bertahan.

Para ilmuwan berharap, temuan mereka ini akan mendorong komunitas ilmiah untuk fokus melakukan studi terhadap umbi-umbian tersebut. Sebagai informasi, penelitian seputar singkong selama beberapa dekade terakhir sangat tertinggal jauh dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan terhadap bahan makanan lain seperti jagung, beras, dan gandum.

Sumber:http://nationalgeographic.co.id
Diposting oleh

Owner CV. Studio Web, sebuah perusahaan jasa pembuatan website SEO, jasa desain blog, google adwords, jasa SEO profesional. Hubungi telpon/SMS/WA: 08170133458 untuk respon layanan cepat

Belum ada Komentar untuk Singkong-Makanan Alternatif Masa Depan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Singkong-Makanan Alternatif Masa Depan

Cara Merubah Deskripsi Blog Berubah Secara Otomatis

Cara Merubah Deskripsi Blog Berubah Secara Otomatis

T 16 December 2011F A Darmanto SEO

Sobat Darmanto,pada catatan artikel kali ini saya baru dapat Cara merubah deskripsi blog berubah secara otomatis.Merubah deskripsi otomatis menurut sebagian besar pakar SEO adalah salah satu Tehnik SEO yang bagus supaya mesin pencari lebih mudah menelusuri setiap postingan kita. Cara... Selengkapnya

CTA (Tombol Ajakan Bertindak) Fitur Fanspage Facebook Terbaru 2015

T 15 February 2015F A Darmanto SEO

Kemarin ketika saya membuka dasbor fanspage facebook saya ada fitur baru yang ditawarkan sama facebook yaitu fitur CTA. CTA merupakan fitur menu terbaru dari facebook yang kalau menurut saya cukup bagus untuk membuka peluang pengunjung fanspage kita agar melakukan tindakan... Selengkapnya

Review Produk Untuk Kehamilan Dari Tiens

T 5 February 2015F A Darmanto SEO

Kehamilan merupakan anugrah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap wanita. Dengan besarnya karunia ini tentu setiap wanita wajib menjaga kesehatan kehamilannya agar sang ibu tetap sehat dan bayi lahir dalam keadaan sempurna. Untuk menjaga agar kehamilan dapat berjalan normal,... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.